ANDA INGIN PANJANG USIA, AWET MUDA, TAHAN TERHADAP PENYAKIT, MENGONSUMSI BEE POLLEN ADALAH JAWABANNYA. DUNIA TELAH MEMBUKTIKAN KHASIAT BEE POLLEN TERSEBUT DARI ZAMAN MESIR KUNO HINGGA SAAT INI.Di Rusia rata-rata penduduk berusia lebih dari 100 tahun berkat mengonsumsi Bee Pollen.
Apakah Bee Pollen itu?Pollen adalah unsur reproduksi jantan pada tumbuhan yang berwarna kuning keemasan berbentuk serbuk halus.Pollen terdapat pada benang sari bunga tanaman. Setiap butir polen mengandung 100.000 hingga 5 juta spora pollen yang mempunyai kemampuan reproduksi membentuk tumbuh-tumbuhan.
Bee Pollen dimakan lebah madu
Bagaimana Cara Lebah Mengumpulkan Pollen? Selain menghisap madu lebah juga mengumpulkan pollen, yaitu dengan cara mengkikis bubuk pollen dari benangsari bunga dengan menggunakan rahang dan kaki depanya. Setelah polen dibasahi dengan madu maka kaki belakang lebah yang dilengkapi sisir pollen akan menyisir polen dan memasukannya kekantong polen yang ada di khaki belakang tersebut.Peternakan Bina Apiari memanen Pollen lebah tersebut dengan memasang perangkap khusus (pollen trap) didepan pintu masuk kotak lebah sehingga pollen akan jatuh sebelum di bawa masuk ke dalam sarang lebah tersebut.
Komposisi Bee Pollen Bee Pollen mengandung 18 asam amino, 8 diantaranya esensial, 12 vitamin, 28 mineral, enzim, koenzim, 14 asam lemak penting, 11 karbonhidrat dan 30% protein.
Khasiat Bee Pollen:
Meningkatkan IQ
Mencegah serangan kanker
Impotent, menoupouse, ketidaksuburan
Triglicerida
Arthritis.
Diabetes.
Tekanan darah tinggi.
Anemia.
Asthma.
Pembulu kapiler yang lemah.
Diet, penyakit tukak lambung
Gangguan prostat.
Varicose veins.
Sejarah Penggunaan Bee Pollen Ratu Cleopatra: Rahasia kecantikan dan awet mudanya adalah dengan berendam dalam madu yang kaya bee pollen.Angkatan perang Romawi: membawa kue kering yang terbuat dari beepollen, madu dan gandum untuk menambah keperkasaan di medan perang.Cicero (106-43SM): hampir semua rumah di Romawi menyimpan madu dan bee pollen sebagi pelindung kesehatanya.
Pendapat Ahli dan Dunia Medis Modern
Mme. Aschenasy Leru, Kepala pusat Penelitian Ilmiah Perancis: Pollen mengandung 40-80% asam glutamat bebas (yang tidak diproduksi tubuh manusia) dapat mencegah penyumbatan darah di otak, meningkatkan IQ, termasuk keterbelakangan mental dan konsentrasi.
Prof. Nicolai Vasilleivich Tsitsin, Ketua lembaga Biologi dan Botani Rusia: Ketika meneliti warga Rusia yang berumur lebih 100 tahun. Ternyata lebih dari 200 responden yang diteliti semuanya memelihara lebah. Dan mereka memakan residu madu sebagai makan pokok yang kaya akan kandungan bee pollen.
Bagaimana Cara Menggunakan Bee Pollen untuk kesehatan dan kecantikan.
Bee Pollen dapat dimakan langsung sebagai camilan untuk Diet.
Bee Pollen yang telah dihaluskan di campur dengan produk perlebahan lain seperti madu dan royal jelly untuk kebugaran, vitalitas dan kesehatan yang prima.
Bee Pollen (MASKER) dicampur madu dan royal jelly sangat baik untuk menghaluskan dan meremajakan kulit.
PROPOLIS :Lembaga Riset Kanker Columbia, 1991; menyatakan bahwa dalam propolis terdapat zat CAPE yang berfungsi mematikan sel kanker. Dengan pemakaian Propolis secara teratur selama 6 bulan dapat mereduksi kanker sebanyak 50%.. Propolis sering disebut pinisilin dari Rusia “OBAT SAPU JAGAD”
Apakah Propolis itu? Propolis adalah substrak getah yang keluar dari tunas daun dan kulit batang tanaman Conifer (golongan pinus) yang dikumpulkan lebah madu. Lebah kemudian mencampurkannya dengan zat yang disekresi dari kelenjar air lebah.
Propolis digunakan lebah untuk menambal sarang dan melapisi cel-cel sarang lebah. Propolis digunakan untuk melindungi sarang dan larva dari serangan bakteri, virus, jamur dan musuh-musuh lebah lainnya. Dengan adanya propolis maka Cel sarang lebah menjadi sangat steril bahkan disebutkan sebagai ruangan paling steril di dunia.
Sifat disinfektan propolis yang sangat ampuh di buktikan dengan ditemukannya seekor tikus yang mati dalam sarang lebah lebih dari 5 tahun tidak mengalami pembusukan. Jadi ketika tikus masuk sarang lebah kemudian di bunuh oleh lebah karena lebah tidak bias mengeluarkan bangkai tikus maka lebah membungkusnya dengan propolis. Tikus yang di bungkus propolis itu tidak bias membusuk dan menjadi mumi.
Propolis merupakan senyawa kompleks yang terdiri dari 55% resin, 30% lilin lebah, 10% minyak aromatik dan 5% bee pollen.
Kandungan Propolis adalah :
Propolis mengandung semua Vitaminkecuali vitamin K.
Propolis mengandung semua Mineral yang dibutuhkan tubuh kecuali Sulfur.
Propolis mengandung 16 rantai Asam amino esensial yang dibutuhkan untuk regenerasi sel.
Propolis mengandung Bioflavanoid, yaitu zat antioksidan sebagai suplemen sel. Menurut penelitian, kandungan Bioflavonoid pada satu tetes propolis setara dengan bioflavonoid yang dihasilkan dari 500 buah jeruk.
Batuk, Asthma, Bronchitis, Paru-Paru, Sinusitis, Flu, Demam, Sakit Kepala
Kanker, Tumor, Gangguan Jantung, Ginjal, Hati dan Diabetes
Luka benda tajam, Luka terbakar
Darah Tinggi, Darah rendah
Infeksi Ke-Wanitaan
Hepatitis/Liver
Herpes, Penyakit kulit kronis
Asam Urat, Rematik
Jerawat, Bisul
Radiasi
Infeksi kulit, Telinga, Gigi
Stres, Parkinson
Wasir, Ambeien
Gangguan Pencernaan, Maag
Propolis sebagai pengobatan alami; mengandung zat aktif yang berfungsi sebagai obat untuk berbagai macam penyakit. Fungsi pengobatan meliputi hal-hal sebagai berikut :
Propolis sebagai antibiotic alami, antiviral dan sekaligus antifungal alami tanpa efek samping.
Propolis menyembuhkan penyakit yang berhubungan dengan bakteri, misalnya :thypus, diare/muntaber dan sebagainya. Dapat juga untuk bau ketiak yang sangat mengganggu, karena di dalam lipatan ketiak terdapat bakteri atau jamur yang menyebabkan bau.
Propolis menyembuhkan penyakit yang berhubungan dengan virus, misalnya : demam berdarah, flu, TBC dan sebagainya.
Propolis menyembuhkan penyakit yang berhubungan dengan jamur, misalnya : eksim, panu, keputihan, ketombe dan sebagainya.
Propolis sebagai Anti peradangan (infeksi dan luka), misalnya :maag, luka luar, radang tenggorokan, sakit gigi, radang ginjal, luka baker dan sebagainya.
Propolis sebagai anti kanker dan mutagenesis sel, misalnya : kanker tumor, mium, kista dan sebagainya.
Propolis berfungsi untuk membersihkan pembulu darah dan detoksifikasi
Propolis berfungsi sebagaipembuangan racun, misalnya : asam urat, kolesterol, trigliserin, darah tinggi, jantung, stroke, diabetes mellitus dan sebagainya..
Propolis juga penyembuh ajaib bagi penyakit seperti Tumor, jantung dan pembuluh darah, diabetes mellitus, ateriosklerosis atau pengapuran pembuluh darah oleh lemak, infeksi, gangguan pencernaan, gangguan pernafasan, penyakit syaraf, arthritis dan rematik.
Propolis sebagai penetral racun dalam tubuh dan sekaligus anti oksidan kuat
Propolis meningkatkan System kekebalan tubuh
Pendapat para Ahli
Berikut adalah pendapat para ahli tentang propolis dan kegunaan lain :
John Diamond MD; Propolis mampu mengaktifkan kelenjar thymus yang berfungsi sebagai sistem imunitas tubuh.
Ray Kupinsel; Propolis sebagai anti biotik alami yang mampu melawan berbagai macam penyakit tanpa efek samping
Profesor Arnold Becket; Propolis mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri dan jamur.
Russia Research Team (Tim Riset Rusia); Dalam propolis terdapat zat anti biotik alami dan anti viral, vitamin, asam amino, mineral yang sangat mujarab untuk penyakit mulut, tenggorokan.
Dr. Fang Chu (dokter di Lien Yu Kang Hospita Tiongkok); propolis berguna untuk penyakit kandungan lemak tinggi dalam darah dan untuk penyakit jantung.
Lembaga Riset Kanker Columbia, 1991; dalam propolis terdapat zat CAPE yang berfungsi mematikan sel kanker. Dengan pemakaian zat CAPE secara teratur selama 6 bulan dapat mereduksi kanker sebanyak 50%.
Majalah anti biotik VP Kivalkina; propolis sangat efektif untuk infeksi tanpa batas kadaluarsa
Dr. K. Lund Aagaard “ Propolis, Natural Substance, the way to health” . Bioflavanoid yang terkandung didalam propolis dapat mendegradasi radikal bebas yang disebabkan polusi, bahan pengawet dan bahan kimia lain yang masuk ke dalam tubuh. Kemampuan kerja bioflavanoid ini setara dengan kemampuan 500 buah jeruk.
Prof. Hembing Wijaya kusuma: propolis sangat baik untuk kesehatan kulit dan berkhasiat luar biasa.
Propolis dari zaman ke zaman
Di Yunani, Propolis telah dikenal sebagai pengobatan luka-luka dan berbagai penyakit yang tidak bisa disembuhkan.
Hippocrates (460-370 SM), sebagai bapak ilmu kedokteran, mengunakan bee pollen dan propolissebagai obat untuk memerangi berbagai penyakit.
Romawi memuja lebah dan Propolis sebagai pengobatan, ahli jiwa menggunakan propolis sebagai obat ekstrak dari sengatan dan semua zat-zat racun, mengurangi pembekakan, mengendorkan serta mengurangi rasa sakit di otot.
Mesir telah mengenal propolis sebagai pengobatan dan symbol ke-Agamaan.
Pada perang Boer (1888-1902) antara penduduk Afrika Selatan dan Inggris,propolis digunakan untuk menbersihkan luka dari infeksi dan menyembuhkan luka dengan cepat.
Cara Kerja Propolisdalam melawan KANKER : Propolis mengandung zat CAPE (asamCafeic Phenetyl Esther), berbeda dengan kerja obat Interferon yang membunuh virus juga merusak sel sehat, sehingga pengobatan kanker sering kali menimbulkan pengaruh buruk kepada pasien. Berbeda dengan Propolis, zat CAPEmenekan tranformasi DNA-RNA virus sehingga memungkinkan virus menjadi tidak berkembang dan merusak jaringan virus. Dengan demikian virus bisa lenyap tanpa merusak sel-sel jaringan tubuh pasien KANKER.
PRODUK:Bina Apiari Menyediakan Propolis Cair 6mldan Madu Propolis
Manfaat madu telah teruji untuk mengobati dan memperbaiki kondisi mata. Pada tahun 1981 Dr. Emara M.H, Kepala jurusan Kedokteran Mata di Al-Mansura University, telah berhasil membuktikan keampuhan madu untuk mengobati peradangan pada kornea mata, kebutaan pada kornea mata yang disebabkan oleh virus herpes, serta peradangan dan dehidrasi pada konjungtiva (selaput pada kelopak mata).
Madu yang digunakan adalah madu pilihan yang telah disterilkan. Penggunaanya adalah dengan cara diteteskan 1-2 tetes madu. Terapi ini biasanya akan menyebabkan mata menjadi perih untuk beberapa saat dengan disertai keluarnya air mata. Setelah ditetesin madu mata kondisi mata umumnya akan membaik 85% dan penglihatan menjadi lebih terang.
Hasil Penelitian terapi madu sebagai obat tetes mata
Sebagian besar pasien mata yang ditangani dalam penelitian menggunakan madu menunjukan hasil yang menggembirakan.
Berikut ini table hasil penelitian penyembuhan penyakit mata dengan madu sebagai obat tetes mata
Madu Murni 100% ( madu pilihan yang kaya kandungan propolis dan bebas serbuk sari bunga )
Khasiat dan Kegunaan:
Baik untuk sel syaraf mata karena kaya vitamin “A” sehingga dapat mencegah dan menyembuhkan Katarak, mata minus, mata plus, silinder dan sakit mata (belekan).
Sifat hidroskopis madu menyebabkan mata tidak cepat kering baik untuk mata yang cepat lelah dan berair.
Memiliki sifat antioksidan sehingga mampu membersihkan mata dari partikel2 debu dan hasil oksidasi mata.
Daya antibakterinya dapat membunuh kuman-kuman dalam mata. (sakit mata)
Cara Pemakaian:
Teteskan pada mata 1tetes 2xsehari
Perhatian:
Setelah diteteskan mata agak terasa perih tapi akan kembali normal dalam 1-2 menit dan penglihatan mata menjadi lebih terang dan nyaman.
Jangan digunakan pada mata yang telah dioperasi dan mata yang telah dipasang penanaman lensa.
ORDER:
Untuk menjaga dan menyembuhkan mata Anda silahkan pesan KLIK disini harga tetes mata Rp. 40,000,- dan ongkos kirim sesuai TIKI.
Bee products epitomize everything that's right and wrong about natural foods and dietary supplements. For a lot of people, the concept of eating "beestuff" - other than honey - seems awfully strange. And while bee products have a faithful following, few people really understand why they work. Scientifically,that is.
Not surprisingly, physicians usually bristle at the thought of people popping bee pollen and propolis capsules. One doctor, almost 20 years ago, warned in a medical journal that patients shouldn't get "stung" by the miracle claims of bee pollen.
Even worse, advocates of bee products can often be their own worst enemies with wild cure-all claims of everything from arthritis to sexual impotence.
Bee products don't cure everything. But in a search of recent medical journal articles - most turned out to be from overseas - I found impressive documentation for propolis and honey as powerful, natural antibiotics. Amazingly, some doctors have even used honey-soaked gauze as wound dressings. And a few of the components of propolis and royal jelly even have anti-cancer properties.
As for allergies, bee pollen might help you the way it helped Sen. Tom Harkin (D-Iowa). But there's a dearth of medical journal reports on pollen, except to point out that it can cause dermatitis or anaphylactic shock.
Bees create propolis by collecting a resinous sap from trees and then mixing it with wax back at the hive. They use this material much the way people use caulk: to seal their homes. Chemically, propolis is exceedingly complex and contains a rich variety of potent terpenes and benzoic, caffeic, cinnamic,and phenolic acids. It's also high in flavonoids, which by themselves may account for many of the benefits attributed to propolis-and some researchers refer to propolis as a type of flavonoid.
One of the most significant medical journal articles described how the caffeic acids in propolis and honey might prevent colon cancer, which kills some 60,000 Americans each year. Chinthalapally V. Rao, Ph.D., of the American health Foundation, Valhalla, N.Y., reported in Cancer Research (Sept.15,1993; 53:1482-88) that these caffeic acids prevented the formation of precancerous tissue in rats after they were exposed to cancer-causing chemicals.
Most medical articles, however, still point to the value of propolis as a powerful, natural antibiotic. That doesn't mean eating propolis will let you throw away your antibiotics - only that you may not need them quite as often.
Why would bees need substances with broad antibacterial and antiviral properties? Any beekeeper will tell you the answer. Bees are very susceptible to bacterial and viral infections, which can destroy hives the way the bubonic plague ravaged Europe in the 17th century.
Two medical journal articles document the activity of propolis specifically against Staphylococcus aureus, the bacterium that causes dangerous and often deadly surgical infections, blood poisoning, and a type of pneumonia. Five to 10 percent of all patients hospitalized in the United States develop such infections, and S. aureus has become resistant to all but one pharmaceutical antibiotic.
In a Chinese study, researchers found that extracts of propolis - specifically, sinapic, isoferulic, and caffeic acids - inhibited the growth of S. aureus (Qiao Z, China Journal of Chinese Materi Medica, Aug. 1991;16:481-2). A European study reported that ethanol extracts from propolis had a "marked synergistic effect" on the anti-staph activity of two antibiotics, streptomycin and cloxacillin, and a moderate effect on several others (Krol W, Arzneimittel-Forschung, May 1993;43:607-9).
Another scientific investigation discovered that propolis inhibited the activity of several streptococcal bacteria species that cause dental caries.Japanese researchers reported that propolis-fed laboratory fats had far fewer caries than those given a regular diet. Propolis protected specifically against Streptococcus mutans and several other strep species (Ikeno K, Caries research, 1991;25:347-51). These strep species are closely related to the germ that causes strep throat.
Propolis works against bacteria in several ways. One study reported that it prevented bacterial cell division and also broke down bacterial walls and cytoplasm, which is how some prescription antibiotics work (Takaisi-KikuniNB, Planta Medica, June 1994;60:222-7).
Perhaps more remarkable is that propolis acts against viruses, which antibiotics do not. A number of medical journal reports have discussed the role of propolisin fighting upper respiratory infections, such as those caused by the common cold and influenza viruses (Focht J, Arzneimittel-Forschung, Aug. 1993;43:921-3). Other investigators have reported that the cinnamic acid extracts of propolis prevent viruses from reproducing, but they worked best when used during the entire infection (Serkedjieva J, Journal of Natural Products, March 1992;55:294-302).
Underpinning many of the benefits of propolis is that some of its components,like the flavonoids and ethanols, function as antioxidant free-radical scavengers. A study published in the Journal of Ethnopharmacology (Jan. 1994;21:9-13)noted that some of the antioxidant phenols in propolis functioned similarly to vitamin E. In another article, researchers described that propolis had anti-inflammatory properties and that it could also prevent blood clots(Drugs Under Experimental & Clinical Research, 1993; 19:197-203).
Honey
Six medical journal articles over the past three years have also described the antibiotic properties of honey. A physician at the medical college in Maharashtra, India, recently explored the use of honey-soaked gauze to treat burn patients. The 40 patients treated with honey healed in about half the time - and with half the scar tissue - compared with patients treated by other means. (Subrahmanyam M, Burns, Aug. 1994;20:331-3).
A team of researchers from the department of surgery, University Teaching Hospital, Nigeria, reported that unprocessed honey "inhibited most of the fungi and bacteria" causing surgical and wound infections. In a remarkable conclusion in the journal Infection (Jul.- Aug. 1992;20:227-9),Dr. S. E. Efem and his colleagues wrote, "Honey is thus an ideal topical wound dressing agent in surgical infections, burns and wound infections."
Perhaps most remarkable is the effect of honey on Helicobacter pylori, the bacterium now known to cause gastric ulcers. Because honey has long been a folk remedy for dyspepsia, or stomach upset, a team of researchers from the University of Waikato, New Zealand, tested whether honey would have any benefit. Within three days, honey stopped the growth of H. pylori colonies obtained from patients.
Highly touted royal jelly, fed to the debutante larvae that grow into queen bees, contains a powerful antibacterial protein that Japanese researchers discovered and named royalisin. Rich in amino acids, royalisin is primarily effective against "Gram-positive" bacteria, which include staph and strep species (Fujiwara S, Journal of Biological Chemistry, July 5,1990;265:11333-7).
Like propolis, royal jelly also appears to have anti-tumor properties. Another team of Japanese researchers gave royal jelly to one of two groups of laboratory mice before transplanting different types of cancer cells in them. The royal jelly had no effect on the leukemia cells, but it had dramatic effects on sarcoma cells. The lifespan of the mice was extended by about one-fifth and tumor sizes were about half the size, compared with untreated mice,according to a report in the journal Nippon Yakurigaku Zasshji-Folia Pharmacologica Japonica (Feb. 1987;89:73-80).
In sum, we could learn a lesson from bees that eat honey and royal jelly, and seal their hives with propolis. By eating these bee products, we can preventively "innoculate" ourselves against many bacterial and viral infections - and maybe even reduce our risk of developing cancer.
So, in light of the scientific evidence, next time you hear someone ridicule bee propolis, royal jelly, and other products, just tell them to "buzz off."
This article originally appeared in the Natural Foods Merchandiser, published by New Hope Communications. The information provided by Jack Challem and The Nutrition Reporter™ newsletter is strictly educational and not intended as medical advice. For diagnosis and treatment, consult your physician.
Bronchitis adalah peradangan disebabkan oleh basil atau virus dan berbagai zat polutan seperti zat kimia dari rokok atau asap rokok dan unsur polusi lainnya. Peradangan ini terjadi pada batang tenggorokkan dan mengakibatkan keluarnya lendir. Adanya lendir ini membuat tubuh bereaksi batuk-batuk yang merupakan mekanisme untuk membersihkan lendir. Keadaan ini akibat dari meradangnya saluran napas yang menghubungkan tenggorokan dengan paru-paru (bronchus).
Apabila peradangan terjadi berlangsung terus-menerus selama 2 tahun yang ditandai dengan batuk-batuk disertai dahak yang berlebihan disebut dengan bronchitis kronis. Gejala sakit lainnya yang biasanya di rasakan penderita adalah : munculnya rasa nyeri dan panas di bagian dada, mengalami kesulitan bernapas, suhu tubuh meninggi akibat peradangan, dan terkadang disertai dengan gejala batuk yang mirip gejala asma.
Sedangkan pada bronchitis kronis biasanya ditemukan unsur alergi dari si penderita serta adanya faktor turunan yang mempengaruhinya. Bronchitis kronis termasuk penyakit sumbatan paru menahun yang bersifat makin lama makin bertambah hebat keluhannya. Kebiasaan mengisap rokok merupakan faktor pendukung timbulnya bronchitis kronis. Pengobatan Bronchitis dengan PROPOLIS
Sudah sejak lama secara tradisional kita mengenal cacahan sisiran lilin lebah mengandung banyak propolis digunakan untuk mengobati bronchitis.
Pada tahun 1975 dokter-dokter dari Rusia telah melaporkan hasil penelitian penyakit Pheuminia dari 76 anak. Penelitian ini untuk meneliti efektifitas penggunaan antibiotik yang umum dipakai dibandingkan antibiotik alami dari Propolis. hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan antibiotik alami dari Propolis menunjukan hasil yang sangat memuaskan dibandingkan dengan antibiotik kimia dalam mengatasi penyakit pheumonia pada anak-anak.
Pada tahun 1980 Dr Schelle dari Silesian Medical School merawat 260 pekerja di pabrik baja yang menderita bronchitis. Pasien dirawat dalam 24 hari dengan menggunakan pengobatan extrak propolis cair. Hasilnya penggunaan propolis sangat efektif untuk mengobati bronchitis.
Pada tahun 1989 Peneliti Rusia merawat 104 pasien yang menderita bronchitis kronis metode konvensional digunakan terhadap 56 pasien sedangkan 48 pasien diberikan obat hisap propolis dan madu. Pasien yang mendapatkan propolis dan madu bisa keluar rumah sakit 3-4 hari lebih cepat dari pasien yang dirawat secara konvensional. Tingkat pasien yang kembali sakit untuk yang dirawat secara konvensional 2x lebih tinggi dari pada yang dirawat memakai madu dan propolis.
Mengkombinasikan Madu dan propolis untuk penyembuhan bronkitis terbukti cukup efektif. Madu juga mempunyai zat anti bacterial sehingga mendukung kerja propolis dan perpadunan madu serta propolisakan terasa lebih nikmat.